Detai Penelitian

  • Identifikasi hubungan antara dinamika penyebaran COVID-19 dengan pergerakan manusia antar wilayah telah berhasil dilakukan baik dalam konteks makro atau skala nasional juga dalam skala meso atau dalam perkotaan di Pulau Jawa. Dalam kedua skala tersebut, diketahui bahwa pergerakan orang tidak selalu berkorelasi positif dengan jumlah kasus COVID-19. Perbedaan antara keduanya disebabkan karena sebagian besar penularan terjadi di kota-kota besar yang padat penduduk.
  • Identifikasi dampak COVID-19 terhadap pembangunan wilayah perkotaan dan perdesaan juga telah berhasil dilakukan terutama di DKI Jakarta, Bandung, dan kota-kota lainnya di Pulau Jawa. Selain di tingkat kota, studi ini juga mengidentifikasi dampak COVID-19 di skala kelurahan dengan melihat ketersediaan dan distribusi air bersih di kawasan permukiman padat. Selain merespon infrastruktur dasar, studi ini juga menekankan kemungkinan terjadinya pergeseran pola pergerakan masyarakat perkotaan akibat pandemi. Kebijakan untuk bekerja dan belajar dari rumah adalah salah satu penyebab terjadi disrupsi ini.
  • Identifikasi respon masyarakat dan pemerintah terhadap pandemi COVID-19 di wilayah perkotaan dan perdesaan telah dilakukan berdasarkan penelitian di desa-desa di Kabupaten Bandung Barat. Lebih jauh, respon masyarakat terhadap PSBB juga telah dikaji dengan melihat perubahan perilaku berkantor di masyarakat perkotaan hingga dampaknya terhadap kualitas lingkungan di perdesaan.